Rabu, 11 Maret 2009

Opini Oktober 2008

Memaknai Sumpah Pemuda, Komitmen Pemuda Untuk Indonesia
Oleh : Tri Nur Romadhon PPSDMS IV Surabaya


Sumpah pemuda bukan hanya sebuah ikrar yang pernah diucapkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Akan tetapi dakam Sumpah Pemuda terkandung nilai-nilai nasionalisme, semangat dan perjuangan. Sudah selayaknya kita sebagai pemuda yang mempunyai peran dan tugas penting untuk negeri Indonesia ini. Hal yang tidak mungkin adalah kelak kita yang akan menentukan nasib bangsa. Terlebih di sini kita adalah sebagai mahasiswa, sebuah status yang tidak semua orang menyandangnya harus mampu mengartikan makna-makan Sumpah Pemuda sebagi suatu motivasi dan semngat untuk terus berjuang menempa diri demi mempersiapkan untuk masa depan. 
Saat ini yang terlihat nilai dan harapan itu seolah telah terbaur dalam jiwa-jiwa pemuda. Hal ini terlihat dari beberapa kejadian yang sangat memprihatinkan jika kita melihat ke mall, club, jalan-jalan dan sebagainya maka yang nampak di sana adalah pemuda-pemuda yang terlalu asyik dengan hedonism-nya. Bukankah itu hal yang sangat merugikan dan tidak berguna.
Dalam ulasan ini, yang penulis amati adalah kota Surabaya. Karena di sinilah terkesan dengan kota pahlawan dan tentu ini adalah pengaruh dari peristiwa Sumpah Pemuda. Di kota ini terdapat beberapa mall, club dan tempat-tempat hiburan lain yang setiap harinya ramai dikunjungi oleh kaum muda. Tetapi justru di peringatan 80 tahun hari Sumpah Pemuda bukan diwarnai dengan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan jiwa kepemudaa akan tetapi sama saja seperti biasanya hanya dipenuhi dengan hal-hal yang tidak berguna dan tidak penting. 
Di tempat lain, bahkan di institusi pendidikan seperti ITS, UNAIR, UNESA dan sebagainya momen sumpah Pemuda seolah terkesan hanya sebagai suatu bagian dari pelajaran sejarah waktu sekolah. Sehingga di kampus tersebut intensitas peringatan Sumoah Pemuda dapat terhitung oleh jari dan malah tak terhitung oleh jari karena memang tidak ada. Jika beberapa sebab kita telusuri, tak bodoh pula argumrn yang disodorkan mereka. Entah itu alsan Ujian Tengah Semester atau lainnya. 
Melihat keadaan tersebut sudah saatnya kita bermuhasabah diri, mengorek kesalahan yang pernah tergoreskan. Hal ini bukan berarti kita diam dan menyesali, tetapi kita harus segera lari dari keterpurukan negeri yang dikenal loh jinawi, toto tentrem lan makmur. Dengan memaknai nilai-nilai magis dan nasionalism dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 kita bangkitkan jiwa-jiwa pemuda yang telah mati ini berawal dengan perubahan dari diri sendiri dengan meningkatkan kemampuan dalam bidang dan minta yng disukai sehingga nantinya akan mampu memberkan out put. Tidak hanya bagi Negara tetapi juga sebagai wujud ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. 
Sudah seharusnya saat ini kegiatan-kegiatan kepemudaan perlu digalakkan kembali guna mencetak generasi bangsa yang mampu bersaing dalam segala bidang kehidupan menuju Indonesia Jaya 2030. Pemuda adalah pioneer perubahan yang amat tepat biperankan guna tujuan murni tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar